Pages

Thursday, April 14, 2016

Pembelahan Sel

1. Amitosis
Amitosis merupakan proses pembelahan sel secara langsung tanpa fase-fase pembelahan. Setiap sel membelah menjadi dua sel yang sama (identik), sehingga disebut juga pembelahan biner. Amitosis bertujuan untuk memperbanyak diri. Amitosis terjadi pada organisme uniseluler, misalnya bakteri, Amoeba, Protozoa, dan ganggan bersel satu.

2. Mitosis 

Mitosis terjadi pada proses perbanyakan sel atau proses pertumbuhan suatu jaringan. Mitosis merupakan periode pembelahan sel yang menghasilkan sel anak dengan jumlah kromosom sama seperti induknya, yaitu 2n. Mitosis dapat dibagi menjadi 4 tahap, yaitu:
a. Profase
1) Nukleolus tidak tampak lagi dan membran nukleolus telah melebur.
2) Kromatin mengalami penebalan dan memendek menjadi kromosom.
3) Kromosom menggandakan diri membentuk kromatid.
4) Sepasang sentriol yang memisahkan diri ke kutub-kutub yang berlawanan. Setelah sampai di kutub, sentriol membentuk benang-benang spindel yang melekat pada sentromer di setiap kromatid.

b. Metafase
 Kromosom terletak pada bidang tengah (bidang equator).

c. Anafase Kedua kromatid terlepas dari ikatan sentromer menuju kutub masing-masing menjadi 2 kromosom baru.

d. Telofase
1) Kromosom telah berkumpul di kutub masing-masing.
2) Membran inti muncul dan membungkus dua kelompok kromosom yang telah terpisah tersebut menjadi dua inti baru.
3) Kromosom kemudian menjadi benang-benang kromatin kembali.
4) Nukleolus dapat dilihat kembali

e. Sitokinesis
Setelah terbentuk dua inti sel, kemudian akan terjadi perpisahan sitoplasma dengan pembentukkan dinding yang terbentuk dimulai dari pinggir sel menuju ke tengah memisahkan kedua inti menjadi 2 sel baru.

3. Meiosis

Pembelahan meiosis berlangsung pada saat pembentukan sel gamet. Pada pembelahan meiosis, setiap sel anak akan menerima separuh dari jumlah kromosom yang terdapat pada sel induk. Pembelehan secara meiosis dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
A. Meiosis I
Meiosis I meliputi fase-fase berikut:
a. Profase I
1) Leptonema: benang-benang kromatin menjadi kromosom.
2) Zigonema: kromosom yang sama bentuknya (kromosom homolog) berdekatan dan bergandengan. Setiap pasang kromosom homolog disebut bivalen.
3) Pakinema: kromosom homolog mengganda membentuk tetrad.
4) Diplonema: kromatid pada kromosom homolog dapat saling melilit dan bertukar ruas satu dengan yang lain, disebut pindah silang.
5) Diakinesis: tahap akhir profase I, membran inti melebur.

b. Metafase I, tetrad berkumpul di bidang ekuator.
c. Anafase I, setiap pasangan kromosom homolog bergerak ke arah kutub yang berlawanan.
d. Telofase I, kromatid memadat, selubung inti terbentuk, dan nukleolus muncul lagi, kemudian sitokinesis berlangsung.

B. Meiosis II
a. Profase II, selaput inti dan nekleus dalam sel mulai menghilang dan benang-benang spindel menarik sentromer kedua kutub yang berbeda.
b. Metafase II, kromsosm terletak pada bidang equator.
c. Anafase II, kromatid berpisah bergerak ke arah berlawanan menuju kutub.
d. Telofase II, kromosom berkumpul pada kutub yang berbeda dan membran inti muncul dan membran inti muncul membungkus kelompok kromsom tersebut. Setelah melewati 2 kali pembelahan, maka dari satu sel akan dihasilkan 4 sel dengan masing-masing sel mengandung kromosom separuh jumlah sel induknya.

4. Gametogenesis
A. Spermatogenesis
Merupakan pembentukan sel kelamin jantan atau sperma yang terjadi di dalam testis spermatogenesis dihasilkan empat sperma haploid yang fungsional.
B. Oogenesis
Merupaka proses pembentukan gamet betina atau oogenesis, berlangsung didalam ovarium organ kelamin betina. Pada oogenesis dihasilkan satu ovum haploid yang berfungsional dan tiga polost sekunder non fungsional.

Wednesday, April 13, 2016

Protista Mirip Tumbuhan (ALGA)

1. Ciri-Ciri Alga
- Tubuh uniseluler atau multiseluler
- Bersifat fotoautotrof karena memiliki pigmen fotosintetik
- Berbentuk thallus karena tidak memiliki akar, batang dan daun sejati.
- Reproduksi aseksual dengan membelah diri, fregmentasi, dan pembentukan zoospora, sedangkan seksual melalui gametogami (isogami dan anisogami)

2. Klasifikasi Alga
Berdasarkan dominasi pigmennya, alga dibedakan menjadi:

a. Chlorophyta (alga hijau), memiliki ciri:
1) Memiliki klorofil a dan b
2) Memiliki dinding sel dari selulosa.
3) Mempunyai pirenoid untuk membentuk zat tepung (amilum).
contoh:
- Chlorella sp: sebagai bahan kosmetik, obat, dan makanan (PST).
- Ulva sp: sebagai bahan makanan.
- Chlorococcum sp: kloropas berbentuk mangkuk, hidup di tananh basah dan air tawar.

b. Chrysophyta (alga keemasan), memiliki ciri:
1) Memiliki klorofil a dan b, dan fukosantin, tetapi pigmen dominan karotin sehingga berwarna kuning keemasan.
2) Dinding sel mengandung kersik.
3) Menyimpan makanan cadangan berupa leukosin
Contoh:
- Nacivula (Diatom): bermanfaat membentuk tanah diatom untuk bahan penggosok, isolasi bahan dasar industri kaca, dan penyaring bakteri.
- Pinularia: mirip dengan diatom.

c. Phaetophyta (alga cokelat), memiliki ciri:
1) Memimiliki klorofil a dan c, pigmen dominan fukosantin sehingga berwarna cokelat.
2) Dinding sel mengandung asam alginat.
3) Menyimpan makanan berupa laminarin.
Contoh:
- Macrocystis: sebagai makanan suplemen untuk hewan ternak karena kaya Na, P, N, dan Ca.
- Laminaria, fucus: digunakan untuk bahan es krim, pengental dalam produk makanan, dan industri (lem, tekstil, pasta gigi, dan tablet antibiotik).

d. Rhodophyta (alga merah), memiliki ciri:
1) Memiliki klorofil a dan d, pigmen dominan fikoeritin sehingga berwarna merah.
2) Dinding sel mengandung zat keragenan.
contoh:
- Eucheuma spinosum dan Gelidium: untuk membuat agar-agar.
- Rhodymenia palmata: sebagai sumber makanan.
- Porrophyra: sebagai makanan suplemen kesehatan.

e. pyrophyta (alga api), memiliki ciri:
1) Memiliki klorofil a dan c
2) Memiliki sifat fosforesensi, yaitu memiliki forfor yang memancarkan cahaya.
3) Memiliki sepasang flagela.
Contoh:
- Noctiluca miliaris: pada malam hari nampak bercahaya (bioluminesensi)

f. Euglenophyta, memiliki ciri:
1) Memiliki klorofil a dan b yang terdapat pada sitoplasma.
2) Organisme bersel satu, tidak mempunyai dinding sel.
3) Memiliki flagela sebagai alat gerak, sehingga mirip hewan.
Contoh:
- Euglenia viridis, volvox globator, dan Chamydomonas sp.

Lihat Juga

Jelaskan mekanisme konjugasi pada Spirogyra

Konjugasi adalah salah satu bentuk reproduksi seksual yang ditemukan pada Spirogyra, yang merupakan salah satu jenis ganggang hijau filamen ...

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "